Mylittlememento's Blog

Agama dan Cinta

Posted on: October 23, 2010

Sejak kecil, saya sudah kenal sama yang namanya ‘cinta’. Rasa tertarik pada lawan jenis itu dimulai sejak saya TK. Hahaha, genit ya? tapi, saya sendiri tidak peduli. Lagipula perasaan itu muncul begitu saja dan tidak bisa dilawan. Bahkan, ciuman pertama saya adalah dengan teman satu TK saya. Puber sebelum waktunya. Tapi, saat itu saya belum kenal dengan yang namanya ‘pacaran’. Yang saya tahu hanya saya suka dengan seseorang. Terserah, apakah dia mau membalasnya atau nggak.

Makin dewasa, saya tahu bahwa kalau ada dua orang yang saling suka, tidak akan berhenti sampai di situ saja. Mereka akan menjalin hubungan, bisa serius atau main-main, tergantung orangnya. Saya sendiri ketika SMP dan SMA (saat labil-labilnya), tidak punya pacar. Dulu, jomblo itu rasanya tertekan. Malam Minggu wajib jadi acara bareng pacar. Sekarang, kalau dipikir-pikir, pandangan itu konyol. Sendirian, sama pacar, atau sama teman nggak ada bedanya.

Ketika kuliah, saya dapat pengetahuan baru lagi. Pacaran beda agama itu diperbolehkan. Banyak orang-orang di sekitar saya yang punya pacar beda agama. Ada yang bertahan, ada yang tidak. Ada yang tetap dengan agama masing-masing, ada yang memutuskan untuk ‘mengalah’ dan pindah agama. Saya tidak mempermasalahkan itu. Itu adalah pilihan masing-masing.

Saya sendiri? saya tidak mau (dan tidak berani) pacaran beda agama, meskipun godaan mungkin ada. Banyak orang yang berpikiran ‘namanya juga pacaran, nggak apa2 kalau beda agama.’ Bagi saya, nggak bisa seperti itu. Pacaran itu adalah bentuk suatu komitmen (apalagi di umur yang udah kepala 2 ini) yang nggak bisa dianggap main-main. Kalau perasaan saya sudah ‘dalem’ dan kami bingung bagaimana mengakhirinya, saya tidak mau terlontar pikiran ‘ah, seandainya dulu saya nggak pacaran sama dia.”

Bagi saya, pacaran beda agama itu seperti berdiri di bibir sumur/jurang. Saya tahu itu berbahaya, tapi saya tetap nekat. Bila saya bertahan, suatu hari saya akan jatuh dan sakitnya tidak akan mampu saya tahan. Jadi, sebelum itu terjadi, saya lebih baik mundur selangkah demi selangkah. Saya yakin, masih ada ‘tempat’ lain yang tidak seberbahaya ini.

Ada yang bilang ‘cinta kan nggak bisa dilawan’. Entah kenapa, saya nggak setuju. Menurut saya, cinta bisa dilawan. Apalagi kalau kita tidak mau menjalaninya. Orang putus saja bisa pacaran lagi, orang yang ditinggal bisa tabah, kenapa kita tidak dapat melawan cinta yang tidak ingin kita jalani kalau kita tahu konsekuensinya dari awal?

Tulisan ini bukan untuk men-judge teman2 saya yang pacaran beda agama. Itu pilihan mereka. Saya sendiri memilih untuk tidak “mencicipi” hal itu. Adil kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

a lover, an adventurer, a freelancer, a life fighter, and a noodle maker

Follow Mylittlememento's Blog on WordPress.com

they see my blog

  • 46,242 orang

Goodreads

Calendar

October 2010
M T W T F S S
« Nov   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: