Mylittlememento's Blog

Jadi Dosen Ternyata Nggak Gampang

Posted on: October 26, 2010

Dulu, saya pikir jadi dosen (atau guru) itu lebih gampang daripada jadi mahasiswa (atau murid). Mereka hanya cuap-cuap di depan kelas sementara kami harus mencatat, menghafal, mengulang pelajaran, bahkan mengerjakan tes yang (wassalam) susahnya ampun-ampunan. Ketika tugas saya telat dikembalikan, telat diberi nilai, hilang, atau nilai saya incomplete, saya pasti akan ngomel. Menurut saya, mereka seharusnya lebih teliti dalam mengerjakan tugas mereka. Mereka nggak tahu susahnya mengumpulkan bahan, ngetik sampai malam, bahkan sekadar untuk cari inspirasi. Saya juga kesal ketika mereka marah-marah karena kami sama sekali tidak mengerti keinginan mereka yang minta supaya tugasnya begini-begitu. Tugas kami sudah cukup banyak tanpa harus dibebani dengan ina-inu lainnya.

Sekarang, saya sudah lulus (dua tahun yang lalu). Semester ini, untuk pertama kalinya, saya jadi dosen luar biasa alias tidak terikat di FIB. Tugas saya hanya mengajar PDPT untuk mahasiswa baru 2010 reguler dan paralel. Hanya dua kelas memang, tapi capeknya luar biasa. 300 menit dalam sehari, saya harus ngoceh, berdiri, dan mengawasi mereka diskusi. Bukan perkara yang gampang karena saya sendiri adalah orang yang gampang bosan. Selain itu, mata kuliah ini banyak yang meremehkan. Otomatis, saya harus putar otak agar mahasiswa yang saya ajar tidak bosan. Caranya? game, ngobrol, atau diskusi.

Ternyata, jadi dosen juga sama capeknya. Lebih malah. Saya harus menerangkan kepada mereka pengetahuan yang saya punya. Tidak bisa main-main karena pengetahuan itu akan mereka bawa selamanya. Saya juga nggak bisa sok tahu. Kalau ada pertanyaan yang nggak bisa saya jawab, saya pending dulu untuk cari tahu jawabannya. Saya juga harus banyak baca karena mereka kritis. Banyak nanya, bahkan pertanyaan yang nggak umum sekalipun. Saya juga harus bisa dekat dengan semua mahasiswa di dalam kelas, nggak bisa hanya ngobrol dengan satu-dua orang saja.

Paling susah adalah ketika materi yang saya sampaikan nggak diaplikasikan ke dalam tugas. Mau nggak mau, saya terpaksa mengembalikan tugas mereka dan minta mereka menulis ulang. Sadis memang, tapi saya nggak mau nilai mereka nggak ada peningkatan. Kegembiraan tersendiri adalah ketika mahasiswa saya sudah terampil memasukkan materi yang saya ajarkan ke dalam tugas mereka dan nilai mereka meningkat dengan pesat. Itu berarti, apa yang saya sampaikan mereka serap dengan baik.

Saya nggak mau jadi dosen yang kaku. Hanya duduk di depan kelas dan menciptakan jarak dengan mahasiswanya. Saya sering berkeliling, duduk di antara mereka, ikut berdiskusi, bahkan bercanda. Sampai saat ini, saya puas dengan kinerja saya, tapi saya nggak akan berhenti sampai di sini.

Salut untuk dosen dan guru yang telah mengabdi puluhan tahun. Mereka memang benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa.

Advertisements

1 Response to "Jadi Dosen Ternyata Nggak Gampang"

setuju, memang sulit, tapi pengajar itu mau jadi pengajar memang tujuannya membagi ilmu. murid bebal itu menyebalkan memang, tapi justru itu tantangannya. salut untuk anda yang kuat 300 menit sehari, saya biasa 240 menit saja pusing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

a lover, an adventurer, a freelancer, a life fighter, and a noodle maker

Follow Mylittlememento's Blog on WordPress.com

they see my blog

  • 46,242 orang

Goodreads

Calendar

October 2010
M T W T F S S
« Nov   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: