Mylittlememento's Blog

Bali Part 1: Antara Bandara, Taksi, dan Poppies Lane II

Posted on: December 1, 2010

Akhirnya, tiba juga di Bali setelah menunggu 3 jam di Bandara 3 Soekarno-Hatta (yang besar, nyaman, sepi, dan minus asap rokok. Saya heran, kenapa bandara sebagus ini nggak dikasih aja buat penerbangan domestik dan internasional ya? setidaknya kita kan jadi bisa sombong sedikit) dan perjalanan naik pesawat yang diiringi dengan sedikit kilatan petir di kejauhan (yang sedikit bikin parno).

Ada kejadian lucu. Temen saya ngebet banget sama bule. Cita-citanya ke Bali adalah biar dapet bule. Nah, pas di pesawat, dari arah pintu masuk, sudah mengantri bule yang cukup tampan dan tinggi. Bule itu berhenti di tempat duduk depan teman saya (FYI: tempat duduk saya dan teman kepisah oleh gang: 11C-11D). Setelah terjadi perdebatan panjang, bule itu bertukar tempat dengan cewek yang duduk di samping teman saya. Temen saya sudah kedap-kedip kesenangan, udah berdiri dengan semangat untuk kasih tempat bagi si bule. Tapi, ternyata si bule malah menunjuk bangku di samping saya dan bilang, “No, I sit here.” Saya ngakak sejadi-jadinya dalam hati. Meskipun bukan tipe saya, tapi saya alhamdulillah juga dapet rejeki begini. Hehehe. Dan, sialnya, di samping temen saya malah duduk pasangan. Temen saya makin bete dan akhirnya pindah duduk sama bapak-bapak. Hahahaha…

Sampai di Ngurah Rai, kami mencoba mengikuti siasat yang sempat kami baca di internet. Untuk dapat taksi murah ke Kuta, kami jalan sampai pintu keluar bandara dan mencegat taksi di sana. Kenapa? karena taksi yang ngetem persis di depan bandara akan mematok harga 50 ribu untuk ke Kuta. Sementara, dengan jalan sedikit, berapa tarif taksi yang saya dapat? 20ribu aja, saudara-saudara… 😀

Sampai di Kuta, kami memutuskan untuk menginap di Poppies Lane II. Jadi, di Kuta itu ada 2 jalan sempit yang lebarnya hanya cukup untuk 1 mobil plus 1 motor (sekitar 5-6 meter mungkin) yang sudah terkenal di kalangan bule-bule backpacker. Di jalan ini, kita bisa menemukan penginapan murah (mulai dari yang 50ribu-100ribuan), tourist information, restoran (lokal sampai ke pizza yang dibakar di atas tungku), toko DVD, tukang tato, Circle K, ATM, mini spa (bahasa kasarnya: panti pijat ber-AC), toko-toko souvenir (mahaaaaal!), bahkan brand besar kayak Billabong mendirikan toko mereka di sini.

Setelah keluar-masuk hotel-hotel yang ada (penuh atau terlalu mahal jadi nggak kami ambil), saya dan teman akhirnya dapat penginapan di Bali Sandat Inn 2. Karena malam hari, suasananya jadi agak menyeramkan, tapi kalau pagi ternyata bagus juga. Satu kamar biayanya 137 ribu (fan, no tivi, kamar mandi, dua tempat tidur, dan satu colokan). Mungkin kalau nggak pergi saat-saat akhir November begini, kami bisa dapat lebih murah.

Setelah taruh tas, kami makan. Norak ah, masa di Bali makannya lasagna. Hahaha. Maklum, kami baru sampai dan belum eksplorasi. Jadilah, kami makan di restoran yang hanya berjarak sepuluh langkah dari penginapan. Restoran ini namanya Warung 96. Tempatnya lebih rendah dari jalan raya dan agak panas. Tapi, nggak usah khawatir. Mereka memasang kipas angin yang muternya pol banget dan berhasil mengusir panas. Diam-diam, saya melirik ke meja di samping saya yang diduduki oleh sepasang bule (cowok-cewek) dan teman mereka yang dari Indonesia. Mereka sedang makan pizza tungku yang ukurannya kalau di sini sama seperti 1 medium pizza-nya Pizza Hut. Kelihatannya enak, tapi saya udah keburu pesan lasagna. Mungkin kapan-kapan kalau saya ke Bali harus nyoba. :9

Setelah selesai makan, kami pergi menyusuri jalan Legian. Kami sempat berkunjung ke Monumen Bom Bali yang menuliskan nama-nama korban saat tragedi itu terjadi. Letaknya yang persis di tengah jalan Legian dikelilingi oleh lalu-lintas yang padat, cafe, restoran pinggir jalan, toko-toko pakaian merek terkenal, dan toko-toko souvenir. Karena sudah lelah dan belum menyewa kendaraan, akhirnya perjalanan kami tidak terlalu panjang. Jam 11 malam kami sudah memutuskan untuk kembali ke hotel. Besok pagi, petualangan sudah menanti kami. 🙂

Advertisements

2 Responses to "Bali Part 1: Antara Bandara, Taksi, dan Poppies Lane II"

jah..gue dibawa2 daaaaah -_-“

lah, gue kan pergi sama lu. Gimana sih??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

a lover, an adventurer, a freelancer, a life fighter, and a noodle maker

Follow Mylittlememento's Blog on WordPress.com

they see my blog

  • 46,242 orang

Goodreads

Calendar

December 2010
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d bloggers like this: