Mylittlememento's Blog

(#30 Hari Menulis) Can’t Live Without Gadget (or Blackberry)? It’s Not Me, Definitely!

Posted on: October 4, 2011

Dunia sekarang sudah terlalu bergantung dengan yang namanya gadget. Yah, nggak mau munafik, tapi saya juga menggunakan gadget untuk kegiatan sehari-hari. SMS orang pakai handphone, ngetik tugas kantor pake laptop, kalau bosan di kosan nonton TV. Bisa nggak sih sehari aja kita lepas dari gadget? Jawabannya nggak bisa.

Tapi, ada satu hal yang bikin saya miris.

Banyak orang yang menggunakan gadget seperti mereka menghirup udara. Benar-benar nggak bisa hidup tanpanya. In this case, it’s Blackberry Di angkot pasti BB selalu di luar tas dan terlihat sibuk mengetik. Foto pun pasti sambil memegang BB. Saya menulis ini bukan untuk menyinggung orang-orang yang menggunakan BB. Saya percaya, di tangan yang tepat, BB itu pasti berguna. Bukan hanya sekadar bergosip atau menanyakan PR yang harus dikumpulkan esok hari.

Saya sendiri? Saya belum melihat kegunaan dan fungsi BB untuk saya (sama halnya saya belum melihat kegunaan dan fungsi Twitter untuk saya). Saya masih bisa sms orang-orang dengan hape saya yang saya cintai (karena keypad geser), saya masih bisa nelpon rumah untuk menanyakan kabar mereka, saya masih bisa browsing dengan tenang.

Saya sendiri baru dapat hape itu kelas 3 SMA. Itu juga dimulai dengan Nokia 5110 yang berat dan gede banget. Lalu, berganti menjadi Nokia 3210, 3110, dan akhirnya sekarang C6. Itu juga setelah perjuangan bertahun-tahun. Laptop baru dikasih ijin untuk beli setelah kerja dengan pertimbangan nggak mungkin memboyong PC ke Bandung.

Nah, itulah kenapa saya miris berat melihat anak-anak kecil yang mengalungkan dengan santai handphone mereka di leher dan pergi ke mana-mana. Mengundang cibiran atau niat jahat orang mungkin. Belum lagi anak-anak SMP yang minta dibelikan BB hanya untuk berkomunikasi dengan temannya yang pasti akan mereka temui lagi esok hari.

Saya sendiri sudah memutuskan. Kalau nanti saya jadi orangtua, handphone paling mahal yang akan saya kasih adalah esia/hape jadul non kamera. Mereka harus menghargai yang namanya gadget. Bukan asal terima, terus dihilangkan dan minta dibelikan lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

a lover, an adventurer, a freelancer, a life fighter, and a noodle maker

Follow Mylittlememento's Blog on WordPress.com

they see my blog

  • 46,239 orang

Goodreads

Calendar

October 2011
M T W T F S S
« Aug   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: