Mylittlememento's Blog

Life is a Giant Risk

Posted on: July 10, 2012

Risiko.

Siapapun tahu apa arti kata ini. Dan, siapapun juga pasti punya banyak konotasi untuk kata ini: nekad, berbahaya, nggak pikir panjang, takut, dan masih banyak lagi. Semua hal itu memang ada risikonya. Kalau diperhalus, risiko itu bisa juga disebut dampak. Tapi, saya lebih suka menyamakan risiko dengan PE-NGA-LA-MAN.

Yup, orang kadang terlalu takut untuk mencoba hal yang baru karena risikonya besar. Mereka bisa kehilangan pekerjaan, keluarga, waktu, uang, masa depan, bahkan juga mungkin hidup. Tapi, orang yang berani mengambil risiko itu adalah orang yang hebat. Bayangkan, kalau Steve Irwin nggak berani mengambil risiko untuk jadi pencinta hewan-hewan buas, ia mungkin masih hidup sekarang. Tapi, ia juga nggak akan pernah bisa mengunjungi tempat-tempat eksotis di berbagai belahan dunia (yang sekarang masih jadi angan-angan saya). Biarpun mungkin keberanian saya belum sebesar beliau, tapi saya tahu bahwa saya sudah sering menantang risiko dengan cara saya sendiri.

Keputusan yang bisa dibilang mungkin sangat berisiko adalah ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan saya di kampus. Padahal, semua orang melihat itu sebagai “pintu” bagi masa depan saya. Dalam kurun waktu dua tahun, saya sudah menjadi dosen muda dan tidak menutup kemungkinan bahwa saya akan diberi beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang S2 dan nantinya jadi dosen tetap. Tapi, saya iri. Semua teman-teman saya sudah kerja di luar kampus dan ke mana-mana. Akhirnya, saya putuskan untuk mengundurkan diri pada akhir tahun 2010. Semua orang kaget dengan keputusan itu, apalagi ketika itu saya belum punya pekerjaan pengganti. Tapi, saya berani mengambil risiko itu.

Dua bulan kemudian, bukannya mencari pekerjaan, saya malah “menghamburkan uang” untuk backpacking ke Bali dan Lombok. Sisa simpanan saya habiskan untuk merasakan dua pulau tujuan wisata itu tanpa transportasi yang nyaman. Selama dua minggu, saya keliling Bali dan Lombok naik kereta ekonomi, kapal feri, angkutan kota, kapal motor kecil, hingga delman. Dan saya tahu, keputusan saya untuk pergi selama dua minggu ini memang tepat meskipun risikonya adalah jauh dari keluarga, kehabisan duit di jalan, sakit, dan masih banyak lagi.

Tapi, dengan menantang risiko itu, saya jadi punya banyak pengalaman: melihat lumba-lumba loncat di laut ketika naik feri yang menyeberangkan saya dari Bali ke Lombok, menerjang debu ketika melewati daerah Jawa Timur yang kala itu gunungnya sedang melontarkan kepulan debu, melihat Lumpur Lapindo dari dekat, melihat ritual orang Hindu yang sedang mandi sambil berdoa di bawah pancuran pura, ketemu dengan anjing lucu, dan masih banyak lagi. Bayangkan seandainya saya putuskan untuk diam di rumah dan tidak mau mengambil risiko menghabiskan uang, saya pastinya akan kehilangan hal-hal menarik seperti yang saya sebutkan di atas.

Jadi, bila ada seseorang yang menawarkan kita sesuatu yang berisiko (not drugs and other things that will ruin our life of course), jangan pikir dua kali. Pengalaman itu kita dapat setiap hari, tapi ada yang sangat berharga untuk disimpan, adapula yang akan menguap begitu saja. Kalau kamu, pilih yang mana?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

a lover, an adventurer, a freelancer, a life fighter, and a noodle maker

Follow Mylittlememento's Blog on WordPress.com

they see my blog

  • 46,242 orang

Goodreads

Calendar

July 2012
M T W T F S S
« Apr   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d bloggers like this: