Mylittlememento's Blog

Don’t Judge Books by It’s Covers

Posted on: December 2, 2012

tumblr_me0ggcGa9Z1ryswt1o1_1280_large

Saya sudah sering banget dengar pepatah ini, baik ketika baca novel sampai majalah-majalah remaja (well, it makes me feel young again :D). But somehow, saya masih sering shock dengan betapa benarnya pepatah ini berlaku, apalagi saya mengalaminya sendiri. Hanya dalam waktu dua hari, saya belajar untuk tidak menilai sebuah ‘buku’ (or person, in my case) hanya dari kulit luarnya saja (or face).

SHOCK # 1
Subject of Interest: Reza Rahadian

Minggu lalu, saya mendapat kesempatan meliput sebuah acara di Bali. Berangkat Jumat pagi dan pulang Minggu pagi. Yah, memang cuma dikasih waktu tiga hari, tapi saya pikir itu cukuplah secara saya juga tidak terlalu berharap lebih untuk bisa jalan-jalan dan belanja-belanji (but i pray so HARD to do that thing, hihihi). Nah, ketika dijemput oleh panitia, saya dikabarkan bahwa ada artis yang datang, yaitu Reza Rahadian. Dalam benak saya, sosok Reza ya seperti yang selama ini saya lihat di film-film dan press conference: dingin, cool, dan pendiam. Apalagi nilainya langsung berkurang sedikit ketika dia dengan seenaknya berhenti di tengah jalan untuk buang air kecil (hei, bukan buang air kecil sembarangan macam abang-abang angkot lho). Padahal, kami sudah bisa dibilang telat dari jadwal yang seharusnya. Wajahnya pun terlihat jutek banget yang bikin saya menyamakan dia dengan artis-artis sinetron muda yang gayanya super senga’ meski baru terkenal sedikit aja.

But apparently, my opinion about him changed in the afternoon. Setelah kami di-spa (yes, I tried it for the very first time and it feels sooooo good), kami sempat ngobrol-ngobrol sambil minum-minum (dia air putih dan saya capuccinno). Ternyata, diam dan juteknya itu karena dia sedang sakit. Tapi, setelah dipijat dan minum yang agak hangat, dia lebih rileks dan agak enakan. Bahkan, dia cenderung cerewet menceritakan banyak hal. Obrolan kami (yang kebanyakan membahas film itu) sampai berlanjut hingga di ruang tunggu bandara ketika kami harus kembali ke Jakarta. Akhirnya saya tahu bahwa dia bukanlah aktor kebanyakan. He’s smart, idealist, dan tidak segan-segan untuk mengungkapkan pendapatnya kalau ia merasa ada hal yang mengganjal. Reza Rahadian is really one-of-a-kind actor. I’m sorry I judge you before I know you. 🙂

SHOCK # 2
Subject of Interest: Mike Lewis

Siapa yang nggak kenal Mike Lewis? Mantan suami Tamara Bleszinsky, aktor, dan bintang sinetron yang terkenal mungkin karena ketampanan dan logat Inggrisnya yang kental. Jujur, saya sangat memandang remeh sosok ini. (Lagi-lagi) menurut saya, Mike Lewis pasti adalah tipe aktor sinetron yang banyak gaya dan bangga dengan tampang bulenya itu (duh, saya memang tidak pernah bisa memberikan penilaian yang baik untuk aktor sinetron. So sorry). Ketika mendapat undangan untuk datang ke acara press junket Dead Mine, saya langsung kepikiran untuk mewawancarai Ario Bayu. Yesss, he’s one of my favorite actor. Nggak ada tuh di benak saya untuk mewawancarai Mike. Yah, mungkin kalau ada sisa waktu kali ya.

Rencana untuk bisa wawancara one-on-one dengan Ario Bayu buyar karena ternyata diputuskan bahwa kami harus mewawancarai semuanya (ada Bang Tigor juga saat itu). Ya sudah, saya dan beberapa wartawan lain pun duduk berhadap-hadapan dengan mereka. Harus saya akui bahwa karena ini sifatnya eksklusif (hanya enam media yang diundang) maka mejanya pun kecil dan bikin kami tidak berjarak dengan mereka bertiga. Maka, dimulailah tanya jawab mengenai film Dead Mine.

Ario Bayu memang sudah seperti yang sudah saya duga: dia charming, hangat, fun, kocak, dan humble. Tapi, yang bikin saya kaget adalah Mike Lewis ternyata juga sama serunya, sama fun-nya, dan sama kocaknya dengan Ario. Dia bahkan dengan sopan membahasakan dirinya ‘Mike’, bukan dengan ‘gue’ atau ‘saya’. Dan, setiap kali dia berbicara, matanya pasti akan menatap tajam lawan bicaranya. Terus, saya pikir, logat Inggrisnya itu akan terdengar annoying, tapi ternyata tidak. Sebagai seorang warganegara Kanada, Mike memang sedang belajar bahasa Indonesia. Dan, dia mengungkapkan bahwa cita-citanya adalah suatu saat bisa pindah kewarganegaraan menjadi Indonesia karena dia cinta negeri ini.

Dari dua kasus di atas, saya merasa tertohok. Selama ini, saya masih belum bisa melepaskan diri untuk melihat orang dari kulit luarnya. Hanya karena satu sinetron/film, saya langsung mencap individu ini nggak asyik, sombong, dll. Tapi, begitu ketemu langsung, saya terpaksa menelan ludah sendiri. Well, I guess there are lot of things that I still need to learn.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

a lover, an adventurer, a freelancer, a life fighter, and a noodle maker

Follow Mylittlememento's Blog on WordPress.com

they see my blog

  • 46,239 orang

Goodreads

Calendar

December 2012
M T W T F S S
« Sep   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: