Mylittlememento's Blog

Mini Conference & Diskusi Film Talak 3: Laki-laki Harus Hati-hati Mengucap ‘Talak’

Posted on: December 23, 2015

IMG-20151223-WA0008[1].jpg

Berlokasi di MD Tower, Setiabudi, Jakarta, sebanyak 25 blogger dan jurnalis online yang tergabung dalam KOPI (Koalisi Online Pesona Indonesia) mendapat kesempatan untuk mengikuti mini conference dan diskusi film produksi MD yang akan segera rilis, Talak 3. Para blogger sendiri mendapat kesempatan untuk bertanya kepada tiga narasumber yang hadir, yaitu Vino G. Bastian yang memerankan Bagas, Karan Mahtani selaku produser Talak 3, dan Hanung Bramantyo yang merupakan salah satu sutradara Talak 3 selain Ismail Basbeth.

Dimulai pada pukul 13.00, dari pemutaran trailer pertama yang juga bisa dilihat di Youtube, diskusi mulai mengalir. Hanung dan Karan sendiri setuju bahwa film ini menjadi semacam nasihat kepada laki-laki agar berhati-hati saat mengucapkan kata ‘talak’ kepada istri. “Jadi, melalui film ini, saya ingin memberikan informasi kepada masyarakat yang bisa jadi belum tahu apa itu ‘talak tiga’ dan konsekuensinya. Agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat sendiri, Hanung mengungkapkan bahwa ini bukan film religi. “Memang Bella berhijab, tapi saya hanya ingin memperlihatkan bahwa kita hidup di Indonesia yang hijab sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Talak 3 sendiri adalah film drama komedi-romantis. Ini adalah kisah mengenai laki-laki yang berpisah dari pasangan dan memaksa untuk kembali lagi, sampai-sampai memainkan hukum agama,” ucap pria yang kembali berkolaborasi dengan Vino pasca Catatan Akhir Sekolah 10 tahun lalu.

Saat MD mendapat tawaran naskah ini dari Hanung, Karan mengakui langsung tertarik dengan konsep ceritanya. “Begitu terima naskah, saya langsung tertarik. Kisahnya banyak terjadi di masyarakat dan juga banyak orang yang tidak tahu mengenai apa itu ‘muhalil’. Film ini ingin memberitahu bahwa sebelum menjatuhkan kata ‘talak tiga’ harus mengerti benar hukumnya. Sekarang ini banyak pasangan yang menikah muda dan kerap emosional sehingga mudah mengucapkan kata ‘cerai’.” Vino sendiri menambahkan bahwa ini bukanlah film religi yang dikomedikan. “Kalau saya melihatnya, ini merupakan hal serius yang disampaikan dengan sederhana oleh sutradara agar lebih dapat diterima masyarakat.”

IMG-20151223-WA0006[1].jpg

Mengenai pemilihan dua sutradara di Talak 3 sendiri, Hanung mengungkapkan bahwa ia ingin mengembalikan kepercayaan penonton kepada film Indonesia. “Saya perhatian dengan film nasional dan ingin jargon “tuan rumah di negeri sendiri” menjadi sebuah kenyataan. Untuk itu, saya harus membelah diri saya menjadi 10 orang agar dapat mengembalikan kepercayaan kepada penonton, melalui bukti nyata, bukan sekadar jargon. Itulah yang saya terapkan kepada Fajar Nugros dan sekarang Ismail. Kalau membuat film itu sama seperti halnya dengan membuat sepatu. Sebagus apapun kalau nggak sesuai dengan orang yang memakai, buat apa? Pada akhirnya pasti sepatu itu tidak akan dipergunakan.”

Adanya dua kepala yang menyutradarai ternyata tidak menjadi masalah bagi Vino. “Di Talak 3, tidak ada pemisahan bagian. Misalnya Mas Hanung garap adegan apa, Mas Ismail garap yang mana. Keduanya bekerja sama. Para pemain juga tidak bingung harus mengikuti yang mana.” Mengenai karakter Bagas yang ia perankan, Vino melihat sosok ini sebagai sosok yang perfeksionis, ceplas-ceplos, dan melihat secara global. Tapi, karena itulah ia tidak dapat melihat detail-detail kecil. Lalu, apa alasan Hanung memilih Vino sebagai Bagas? “Dalam bayangan saya, dua aktor yang akan memainkan ini adalah Vino dan Reza Rahadian. Awalnya Reza yang memaksa untuk menjadi Bagas, tapi saya melihat kalau karakter Bagas ini persis seperti karakter yang Reza mainkan di Kapan Kawin. Maka pilihan jatuh ke Vino. Menurut saya, karakter itu memilih pemainnya, bukan pemain yang memilih karakter dan karakter Bagas ini memilih Vino.” Tidak hanya Vino, Hanung juga sempat bercerita sedikit mengenai karakter Risa. “Saya tadinya tidak yakin Bella sanggup bermain komedi karena dia lebih banyak main di film drama. Tapi ketika test-cam, saya kaget karena akting dramanya malah bisa kepakai di sini dan cocok.”

Sebagai penutup, saya melontarkan pertanyaan mengenai fans kepada Vino mengingat fanbase aktor satu ini cukup besar dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia. “Kemunculan mereka merupakan dampak dari karya saya dan saya bisa seperti ini karena mereka. Bahkan, mereka bisa lebih galak daripada kritikus film biasa. Saya tidak mau menyebut mereka ‘fans’ karena saya tidak suka ada jarak, itulah kenapa saya memanggil mereka dengan sebutan ‘friends’.  Saya melihat kehadiran mereka sebagai berkah dan rezeki, memiliki teman-teman yang mendukung dan juga kritis terhadap film-film saya,” pungkas Vino.

Talak 3 akan tayang mulai 4 Februari 2016 di bioskop.

T3.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

a lover, an adventurer, a freelancer, a life fighter, and a noodle maker

Follow Mylittlememento's Blog on WordPress.com

they see my blog

  • 46,048 orang

Goodreads

Calendar

December 2015
M T W T F S S
« May   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: