Mylittlememento's Blog

Archive for the ‘proyekku’ Category

IMG_20160901_194012_HDR

Satu lagi film dokumenter diproduksi oleh sineas tanah air. Kali ini yang menjadi subjek adalah sebuah perusahaan baju muslim bernama Keke busana. Film Dua Kodi Kartika: the Heritge of Love besutan sutradara Ali Eunoia ini menceritakan tentang pendiri Keke busana yaitu ibu Ika Kartika yang membesarkan perusahannya dari bawah hingga besar seperti sekarang ini.

Ibu Ika awalnya hanyalah pekerja kantoran biasa, yang ingin merubah nasib keluarganya dengan menjadi pengusaha. Motivasi utamanya adalah agar anak-anaknya kelak mendapatkan pendidikan terbaik di luar negeri.IMG_20160901_192341_HDR

Pada tahun 2014 Keke busana mengubah sistem bisnisnya dengan  merekrut Rendy Saputra untuk menjadi CEO baru Keke busana. Bertindak sebagai executive producer Rendy dibawah naugan Inspira Production menggagas untuk dibuatnya film dokumenter ini untuk memperlihatkan perjuangan Ibu Ika dengan harapan memberi inspirasi bagi banyak orang.

Berawal hanya dari dua kodi pakaian yang ia rancang dan jahit sendiri, sekarang Keke busana sudah memasarkan produknya sampai ke seluruh Indonesia. Nama Keke sendiri diambil dari bahasa sunda kekeuh yang artinya gigih. Ini menggambarkan sifat Ibu Ika Kartika yang pantang menyerah dalam membangun jaringan bisnisnya.

IMG_20160901_193748_HDR

 

Film ini dimulai dengan sangat bagus dengan mengambil keterangan dari para saksi-saksi serta orang-orang yang terlibat dan tahu bagaimana awalnya Keke busana ini berdiri. Kisah perjuangan ibu Ika dan keluarganya dalam membangun bisnis ini dimata teman dan sanak saudara memberi kita gambaran betapa tidak mudahnya membangun semua ini. Ada hal yang sedih namun juga banyak hal menyenangkan dalam membangun bisnis ini.

Namun setengah film berjalan yang mulai banyak di ekspos justru hal-hal drama yang seharusnya tidak perlu di ekspos secara mendalam, cukup dijadikan sebagai lika-liku perjalanan berkembangnya Keke busana ini. Namun sepertinya sang sutradara kebingungan mencari klimaks dari film ini sehingga memanjang-manjangkan konflik internal yang seharusnya tidak perlu.

IMG_20160901_194648_HDR

Sutradara sepertinya bingung atau kekurangan footage untuk ditayangkan mengenai Keke busana sehingga di tengah film malah lebih banyak menonjolkan konflik pribadi Ibu Keke. Film ini tampaknya bingung untuk disebut sebagai film dokumenter atau film biopik.

IMG_20160901_192551_HDR

Advertisements

Kebanyakan dari orang yang sering ngobrol sama saya (atau istilah kerennya ‘konsultasi’) bilang kalau menulis itu susah, ide nggak pernah ada, begitu udah mulai bingung gimana mau nyelesaiinnya, males buat ngelanjutin, and so on, and so on. Memang sih, setiap orang itu punya pikiran yang berbeda-beda. Ada yang dari hal-hal kecil bisa dijadikan tulisan, tapi ada juga yang harus nunggu petir menyambar dulu baru dapat ilham.

Anyway, saya cuma mau menyampaikan beberapa cara yang sering saya gunakan kalau lagi pengen nulis, tapi nggak tahu mau nulis apa. Kok bisa? Ya bisalah. Biasanya perasaan pengen nulis itu muncul ketika membuka laptop, tapi ketika layar udah nyala, saya cuma bengong. Nggak tahu mau nulis apa.

Pertama, saya selalu memperhatikan hal-hal kecil di sekeliling saya. Orang, kejadian, atau bahkan hal-hal simple yang saya lakukan seperti makan, minum, bernapas, atau berjalan. Dari hal-hal sederhana itu, saya bisa bikin tulisan yang saya kembangkan dan saya tambah sendiri. Mungkin, bukan cerpen atau novel ya, tapi lebih kayak catatan untuk diri sendiri aja.

Kedua, musik. Saya adalah tipe orang yang terkadang mendengarkan musik untuk membangun mood. Kalau lagi suka sama satu lagu, bisa saya ulang terus-terusan sampai pada akhirnya saya bosan sendiri dan mematikan musik. Tapi, itu ngaruh kok. Feel musiknya yang masih ketinggalan membantu saya untuk nulis.

Ketiga, jangan berhenti ketika ide sedang mengalir dengan deras. Segila apapun itu, sesinting apapun itu, dan sebodoh apapun itu, terusin aja nulisnya. Mau nanti ceritanya melantur ke mana-mana, nggak masalah. Toh, akan ada yang namanya ‘pengeditan’. Tapi, kalau lagi mengalir idenya, jangan pernah berhenti untuk mengedit. Karena, begitu sudah berhenti, kita pasti tergoda untuk membaca ulang dan akhirnya menghapus apa yang sudah kita tulis.

Beberapa tips di atas itu saya dapat waktu saya kuliah dari dosen saya. Dan, saya masih ingat sampai sekarang karena memang tipsnya benar.


a lover, an adventurer, a freelancer, a life fighter, and a noodle maker

Follow Mylittlememento's Blog on WordPress.com

they see my blog

  • 46,300 orang

Goodreads

Calendar

November 2017
M T W T F S S
« Sep    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930