Mylittlememento's Blog

large

Saya selalu percaya kalau kejadian buruk di masa lalu akan dibalas dengan kejadian yang two (three, four, even five) times (much) better di kemudian hari. Kayak waktu kapan itu saya putus, Allah membalasnya dengan kasih tiket gratis ke Singapura bareng keluarga; dikecewain oleh seorang cowok, saya diberi pekerjaan yang mengharuskan saya pindah ke luar kota dan akhirnya ketemu sama the right one. Nggak percaya? Buktikan sendiri deh. Setiap kesedihan kita, pasti akan “ditebus” Allah dengan kebahagiaan. 

Speaking about love, saya selalu senang melihat pasangan yang baru jadian atau tahu tentang kisah cinta seseorang yang dramatis. Unik, mengagumkan, dan mengharukan. Udah temenan lama, akhirnya berujung ke pelaminan for example. Tapi, saya juga gemes sama kisah cinta yang saya tahu bahwa salah satu (atau bahkan keduanya) baru pacaran 1-2 kali atau bahkan belum pernah pacaran kemudian ketemu seseorang and feels like they’re the one for them. 

Jadi, baru-baru ini saya dapat kabar bahwa seorang teman baru saja jadian. Iseng saya stalker Facebook pasangannya. Pengin tahu juga sih kayak apa orang yang akan menjadi pelabuhan cinta teman saya itu sekarang dan mungkin selamanya nanti. Dan…saya takjub. She’s just look like Cinderella. Di satu foto, she’s simply nice with pretty smile. But, in one photo, she’s so stunning, beautiful, and gorgeous. 

Dari sini, saya seperti berkaca. Saya mungkin emang nggak bisa berubah sedrastis dia, tapi saya senang membayangkan bahwa dia adalah cewek sederhana yang manis, charming, dan humble. Namun, ada seseorang yang melihat dia lebih dari itu. Seseorang yang melihat bahwa dia adalah Upik Abu yang nantinya bisa jadi Cinderella kalau dia mau. Sama seperti saya di mata pacar. Saya mungkin nggak cantik, manis, soo standar di mata banyak orang, dan ehem…agak sedikit chubby. Tapi, di mata dia, i’m perfect and can make him laugh and cheer his day. 

For him, I’m his Cinderella…

 

 

Image

Aku tahu saat ini:

Kita masih jatuh-bangun membangun usaha…

Kita masih jauh dari destinasi impian: Bali & Lombok

Kita hanya bisa iri melihat orang membeli tiket pesawat untuk terbang ke tujuan hidup mereka…

Kita hanya bisa tersenyum setiap kali melihat restoran baru yang kelihatan enak (tapi tidak sanggup kita masuki)…

Kita hanya bisa duduk di kamar kos yang bersebelahan dan merencanakan masa depan…

Kita hanya bisa menonton film (maksimal) sebulan dua kali…

Dan, hal termahal yang sanggup kita makan di akhir bulan hanya pecel ayam…

 

Tapi…

Aku selalu bisa tertawa…

Beng-beng sebatang pun terasa mewah…

Kita selalu bisa mempertengkarkan hal-hal remeh…

Kita selalu bisa memperdebatkan berbagai adegan film…

Dan, kita selalu bisa bernyanyi sekeras-kerasnya di tempat karaoke.

 

Bagi aku, itu sudah lebih dari cukup…untuk saat ini.

 

 

 

 

Kadang, saya suka diserang kebosanan yang amat sangat di kantor. Hal ini terjadi kalau lagi nggak ada liputan, menjelang ‘dapet’, atau malah pas menjelang deadline (yang justru harusnya semangat biar bisa ngebut kerjaan). Kalau udah gitu, jangan suruh saya ngapa-ngapain karena saya pasti akan bilang ‘nanti, ntar, dsb.’. Terus, biasanya saya bisa seharian main game (lagi suka banget sama Bad Piggies), ngobrol, atau sekadar browsing gambar-gambar bagus. Just wanna share, di bawah ini adalah sedikit dari beberapa hal yang saya suka banget liat pas browsing gambar (We Heart It pastinya):

1. Ice Cream

tumblr_mg1up6Kx5D1s13s9lo1_500_large

Yap, salah satu gambar favorit saya adalah es krim. Senang aja liat bentuknya yang kadang unik, warnanya yang soo colourful, dan yang pasti kelihatan enak.

2. Coffee

tumblr_mg019eKXXc1s13s9lo1_500_large

Sooo addictive with this drink! Yap, sehari bisa dua kopi kemasan habis saya minum. Tapi, saya lagi mencoba ngurangin minum kopi sekarang ini karena saya tahu kafein nggak baik untuk kesehatan. But really, who can resist such a yummy coffee with whipped cream on top of it?

3. Firework

tumblr_mfyz21nIkT1qfoszgo1_500_large

So beautiful and mysterious at the same time. Perpaduan antara gelap dan percikan api itu indah banget menurut saya.

4. Chocolate

tumblr_mg11wkYRff1rsiyfdo1_500_large

Saya suka cokelat di minuman, cokelat batangan, atau di es krim. Tanpa, saya kurang suka kue cokelat yang terlalu berlimpah cokelatnya. Bikin eneg. Yang pasti, jangan lupa sikat gigi ya setelah makan. Saya pernah sakit gigi dan sumpah rasanya nggak enak banget!

5. Stars

tumblr_mcxttnkRVV1rhxiwso1_400_large

Shine, bright, and brilliant. Sayang, di Jakarta nggak bisa lagi lihat bintang. Tapi, saya pernah lihat langit yang bener-bener penuuuuh sama bintang. Sayang jauh. Saya harus ke daerah timur Indonesia dulu untuk melihat itu semua.

6. Food

tumblr_mdtar7IwVR1qmz43co1_500_large

I like food very much. Wisata kuliner itu kayaknya udah jadi agenda wajib kalau pergi sama pacar, apalagi mencoba makanan baru. Kadang kalau nggak malas, suka saya review sih.

7. You

tumblr_mfw7e7jazk1ra91hso1_500_large

And finally…him. Saya suka dengan gambar-gambar yang mendeskripsikan pasangan yang sweet dan romantis. Selalu bikin saya semangat dan bersyukur bahwa saya punya seseorang yang bisa saya andalkan.

tumblr_me0ggcGa9Z1ryswt1o1_1280_large

Saya sudah sering banget dengar pepatah ini, baik ketika baca novel sampai majalah-majalah remaja (well, it makes me feel young again :D). But somehow, saya masih sering shock dengan betapa benarnya pepatah ini berlaku, apalagi saya mengalaminya sendiri. Hanya dalam waktu dua hari, saya belajar untuk tidak menilai sebuah ‘buku’ (or person, in my case) hanya dari kulit luarnya saja (or face).

SHOCK # 1
Subject of Interest: Reza Rahadian

Minggu lalu, saya mendapat kesempatan meliput sebuah acara di Bali. Berangkat Jumat pagi dan pulang Minggu pagi. Yah, memang cuma dikasih waktu tiga hari, tapi saya pikir itu cukuplah secara saya juga tidak terlalu berharap lebih untuk bisa jalan-jalan dan belanja-belanji (but i pray so HARD to do that thing, hihihi). Nah, ketika dijemput oleh panitia, saya dikabarkan bahwa ada artis yang datang, yaitu Reza Rahadian. Dalam benak saya, sosok Reza ya seperti yang selama ini saya lihat di film-film dan press conference: dingin, cool, dan pendiam. Apalagi nilainya langsung berkurang sedikit ketika dia dengan seenaknya berhenti di tengah jalan untuk buang air kecil (hei, bukan buang air kecil sembarangan macam abang-abang angkot lho). Padahal, kami sudah bisa dibilang telat dari jadwal yang seharusnya. Wajahnya pun terlihat jutek banget yang bikin saya menyamakan dia dengan artis-artis sinetron muda yang gayanya super senga’ meski baru terkenal sedikit aja.

But apparently, my opinion about him changed in the afternoon. Setelah kami di-spa (yes, I tried it for the very first time and it feels sooooo good), kami sempat ngobrol-ngobrol sambil minum-minum (dia air putih dan saya capuccinno). Ternyata, diam dan juteknya itu karena dia sedang sakit. Tapi, setelah dipijat dan minum yang agak hangat, dia lebih rileks dan agak enakan. Bahkan, dia cenderung cerewet menceritakan banyak hal. Obrolan kami (yang kebanyakan membahas film itu) sampai berlanjut hingga di ruang tunggu bandara ketika kami harus kembali ke Jakarta. Akhirnya saya tahu bahwa dia bukanlah aktor kebanyakan. He’s smart, idealist, dan tidak segan-segan untuk mengungkapkan pendapatnya kalau ia merasa ada hal yang mengganjal. Reza Rahadian is really one-of-a-kind actor. I’m sorry I judge you before I know you. 🙂

SHOCK # 2
Subject of Interest: Mike Lewis

Siapa yang nggak kenal Mike Lewis? Mantan suami Tamara Bleszinsky, aktor, dan bintang sinetron yang terkenal mungkin karena ketampanan dan logat Inggrisnya yang kental. Jujur, saya sangat memandang remeh sosok ini. (Lagi-lagi) menurut saya, Mike Lewis pasti adalah tipe aktor sinetron yang banyak gaya dan bangga dengan tampang bulenya itu (duh, saya memang tidak pernah bisa memberikan penilaian yang baik untuk aktor sinetron. So sorry). Ketika mendapat undangan untuk datang ke acara press junket Dead Mine, saya langsung kepikiran untuk mewawancarai Ario Bayu. Yesss, he’s one of my favorite actor. Nggak ada tuh di benak saya untuk mewawancarai Mike. Yah, mungkin kalau ada sisa waktu kali ya.

Rencana untuk bisa wawancara one-on-one dengan Ario Bayu buyar karena ternyata diputuskan bahwa kami harus mewawancarai semuanya (ada Bang Tigor juga saat itu). Ya sudah, saya dan beberapa wartawan lain pun duduk berhadap-hadapan dengan mereka. Harus saya akui bahwa karena ini sifatnya eksklusif (hanya enam media yang diundang) maka mejanya pun kecil dan bikin kami tidak berjarak dengan mereka bertiga. Maka, dimulailah tanya jawab mengenai film Dead Mine.

Ario Bayu memang sudah seperti yang sudah saya duga: dia charming, hangat, fun, kocak, dan humble. Tapi, yang bikin saya kaget adalah Mike Lewis ternyata juga sama serunya, sama fun-nya, dan sama kocaknya dengan Ario. Dia bahkan dengan sopan membahasakan dirinya ‘Mike’, bukan dengan ‘gue’ atau ‘saya’. Dan, setiap kali dia berbicara, matanya pasti akan menatap tajam lawan bicaranya. Terus, saya pikir, logat Inggrisnya itu akan terdengar annoying, tapi ternyata tidak. Sebagai seorang warganegara Kanada, Mike memang sedang belajar bahasa Indonesia. Dan, dia mengungkapkan bahwa cita-citanya adalah suatu saat bisa pindah kewarganegaraan menjadi Indonesia karena dia cinta negeri ini.

Dari dua kasus di atas, saya merasa tertohok. Selama ini, saya masih belum bisa melepaskan diri untuk melihat orang dari kulit luarnya. Hanya karena satu sinetron/film, saya langsung mencap individu ini nggak asyik, sombong, dll. Tapi, begitu ketemu langsung, saya terpaksa menelan ludah sendiri. Well, I guess there are lot of things that I still need to learn.

Entah sejak kapan, lupa tepatnya, saya mulai jatuh cinta sama minuman yang namanya kopi. SMA-kah atau kuliah? Entahlah. Tapi, yang saya ingat itu adalah tiap pagi sebelum kuliah, saya pasti akan nyempetin ke kantin untuk memesan satu gelas kopi capuccino dingin seharga Rp4.000. Dan, sambil menyesap pelan-pelan, saya memperhatikan halaman kampus yang masih sepi. Cuma ada suara burung-burung dan kadang satu-dua mahasiswa yang lewat atau datang ke kantin untuk sarapan. Those time was peaceful, i guess.

Kebiasaan ini jadi berlanjut sampai setelah saya kuliah, ketika saya ngajar atau di kantor sekarang. Setiap pagi itu mood booster saya harus kopi. Nggak harus sarapan, tapi minum ini tuh udah kayak pengganti sarapan banget. Dan kemudian, dikenalah saya sebagai pencinta kopi oleh lingkungan sekitar saya. Tapi uniknya, kebiasaan minum kopi pagi-pagi ini jarang saya lakukan di rumah…uhmm, kayaknya nggak pernah malah. Mungkin kalau di rumah saya kebiasaan bangun siang, jadinya nggak butuh mood booster.

Kemarin, saya iseng nyoba nggak ngopi untuk sehari. Know what happened? Asli, otak saya buntu parah! Ngantuk, nggak bisa mikir, bawaannya males. Terus, hari ini, saya coba beli kopi untuk membandingkan dengan kondisi kemarin (sok jadi psikolog ceritanya). Dan emang, saya langsung gak ngantuk, semangat untuk nulis, dan mood pun membaik. Segitu ketergantungannyakah saya sama kopi?? Hmmm…

a lover, an adventurer, a freelancer, a life fighter, and a noodle maker

Follow Mylittlememento's Blog on WordPress.com

they see my blog

  • 46,048 orang

Goodreads

Calendar

July 2017
M T W T F S S
« Sep    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31